advertising control everything. And I mean everything.

wearenotalright

Sebelum masuk kedalam topik, saya sekiranya ingin membeberkan sedikit tentang background saya, biar artikel ini lebih kredibel. Saya Adriano Qalbi, saya mantan praktisi iklan (semoga tetap menjadi mantan selamanya), berkarir dibidangnya selama kurang lebih 7 tahun baik di perusahaan lokal dan internasional sebagai copywriter (jabatan creative department yang singkatnya mengurusi semua yang ada tulisannya, dari tagline, headline, script TV dan Radio). Kuliah pun lulusan periklanan dan marketing. Singkatnya, advertising waktu itu adalah hidup saya.

Pernah tidak, Anda semua berpikir “kenapa sih kok acara TV jelek semua, apa ngga ada yang bisa bikin acara bermutu, apa memang SDM nya tidak mampu?” dan kesalan ini pun meningkat jika Anda merupakan orang yang terbiasa menonton acara yang biasa disajikan oleh TV berlangganan. Memang terlihat jauh sekali, dari segi ide, eksekusi dan penyajiannya jika dibandingkan dengan saluran TV seperti Star World, BBC Knowledge, dll.

Jawabannya bukan masalah SDM nya. Di karir saya, saya telah…

View original post 746 more words